Sabtu, 31 Mei 2014

Merasakan Manisnya Iman


Bagaimana caranya agar kita bisa merasakan manisnya iman? Bisakah hanya dengan menjalankan Ibadah-ibadah ritual setiap hari seperti shalat lima waktu, shalat tahajud, shalat dhuha, puasa senin-kamis, sedekah, dan ibadah-ibadah lainnya?

Karena kenyataannya banyak orang yang sudah melakukan semua itu tapi tetap belum merasakan lezatnya iman. Dia masih sering gelisah, takut bila tidak punya uang, bahkan stress saat rekening tabungannya semakin menipis. 

Bisa jadi semua itu belum cukup. Karena seiring dengan peningkatan iman seseorang maka dia membutuhkan ibadah yang sebanding dengan kadar keimanan dan keilmuannya.

Orang awam bisa jadi sudah merasakan kebahagiaan yang luar biasa dengan hanya mengerjakan shalat wajib. Berbeda halnya bagi para ulama, ibadah-ibadah sunnah bisa jadi wajib baginya. Dia akan merasa berdosa bila tidak tahajud satu hari saja. Padahal bagi orang awam, tidak tahajud seminggu pun mungkin tidak menimbulkan rasa bersalah. Jadi semuanya bergantung kepada tingkatan iman dan keilmuan seseorang.

Sama halnya dengan orang yang baru kaya, maka tingkat kepuasannya akan terus meningkat seiring dengan pertambahan kekayaannya. Biasanya dia sudah puas dengan makan Rp. 10.000 per porsi. Tapi setelah kaya dia baru puas kalau sudah makan di restoran mahal yang harga perporsinya bisa jadi Rp. 50.000 bahkan lebih.

Kalau begitu bagaimana caranya agar kita terus merasakan kelezatan iman seiring dengan pertumbuhan keimanan dan keilmuan kita? “Dari Anas ra. (ia berujar) bahwa Rasulullah saw bersabda, ada tiga hal yang siapa saja ada di dalamnya tentu akan ia rasakan manisnya iman : apabila Allah dan rasulnya lebih dicintainya ketimbang yang lain, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan beci untuk kembali kepada kekafiran laksana ia benci jika dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR Bukhari)

Dari hadis di atas dapat kita simpulkan bahwa ada tiga hal yang akan membuat kita bisa merasakan kelezatan iman. Pertama, mencintai Allah dan rasul lebih dari yang lain. Kedua, mencintai seseorang hanya karena Allah. Ketiga, benci kembali kepada kekafiran ibarat bencinya dia bila dicampakkan ke dalam api neraka.

Ya Allah anugerahi kami kelezatan iman hingga ajal menjelang. Amin.***
Selengkapnya

Kamis, 22 Mei 2014

Peluang Usaha Cuci Helm

Cuci helm mungkin bisa menjadi salah satu opsi pilihan bagi anda yang sedang ingin membuka sebuah usaha. Peluang bisnis ini cukup menjanjikan. Seperti kita ketahui, jumlah kendaraan sepeda motor kian hari kian bertambah banyak. Dengan semakin bertambahnya jumlah pengendara sepeda motor, secara otomatis jumlah pemakai helm juga bertambah. 
Oleh karena itulah jenis usaha yang satu ini mungkin bisa menjadi salah satu jawaban bagi anda yang sedang bingun mencari bisnis apa yang sekiranya cocok untuk saat ini. 


Mungkin tidak sedikit orang bertanya lantas bagaimana cara kita peluang bisnis helm ini, serta bagaimanakah cara memulai bisnis yang satu ini. Cara yang paling sederhana ialah kita membuka usaha ini. Pertama-tama adalah kita merencanakan masalah tempat, modal hingga peralatan yang nantinya kita butuhkan. Selain itu juga, kita harus tahu bagaimana metode marketing yang membuat konsumen kita nantinya tertarik untuk kembali menggunakan jasa kita. 

Mengenai alatnya sendiri, saat ini memang sudah banyak dijual peralatan untuk mencuci helm. Bahkan sudah ada alat yang mampu mencuci 4 helm secara bersamaan. Pemilihan alat sangatlah penting dalam menjalankan bisnis ini. Oleh karenanya ada baiknya jika kita terlebih dahulu mencari beberapa referensi dari berbagai sumber. Nantinya kita bandingkan antara alat yang satu dengan yang lain.

Hal berikutnya yang harus anda rencanakan secara matang yakni mengenai tempat usaha. Kendati tempat ini memang bisa kita jalankan dimana saja, ada baiknya jika kita memilih lokasi yang strategis pastinya. Pilihlah lokasi yang berdekatan dengan sekolah, pusat perbelanjaan,  atau taman yang memang sudah tersedia lahan parkir tentunya. Dengan begitu bukan tidak mungkin para pengendara motor yang sedang berada di sekitar lokasi tersebut datang untuk mencuci helmnya. 

Untuk metode marketingnya sendiri, kita bisa menyebarkan brosur di beberapa wilayah, serta kita juga bisa mempromosikannya dari teman dekat, kerabat, atau orang-orang disekitar kita. Jika anda memang tertarik, tidak ada salahnya jika anda mencobanya, pasalnya usaha ini memang cukup menjanjikan.
Selengkapnya